Welcome

Selamat datang di blog kami, lewat blog ini saya ingin berbagi berbagai kisah, cerita, maupun saduran dari berberapa milis . Juga beberapa info menarik seputar si "Kulit Bundar" , yang jelas isinya di jamin memberi inspirasi buat kita semua. Akhirnya selamat membaca dan mengambil hikmah yang terkandung didalamnya.

Senin, 15 Oktober 2012

5 falsafah jawa yang berguna untuk kita menghadapi perjalanan kehidupan


Ada 5 falsafah jawa yang berguna untuk kita menghadapi perjalanan kehidupan kita.

1. Kukilo (Burung)
2. Wanito (Wanita)
3. Curigo (Waspada)
4. Turonggo (Kuda)
5. Wismo (Rumah)

1. Kukilo (Burung)Kebanyakan orang jawa selalu memelihara binantang peliharaan, dan kebanyakan pula binatang peliharaan yang umum di rawat adalah burung perkutut. Karena suaranya yang bagus merdu dan menentramkan suasana. Didalam kehidupan ini kita harus bisa mengikuti burung perkutut, yaitu dengan selalu bersuara yang bagus untuk didengar oleh orang lain, tidak selalu mengeluarkan suara yang bisa menyakiti hati orang lain.

2. Wanito (Wanita)Wanita secara universal melambangkan kelembutan, cinta kasih, perasaan sayang. Kita hidup didunia pastilah berada ditengah-tengah manusia dan makhluk lainnya. Kita harus selalu memberikan rasa kelembutan kita, cinta kasih kita dan rasa sayang kita kepada semua makhluk ciptaan sang Maha Kuasa.

3. Curigo (Waspada)Didunia kita pasti tidak tahu apa yang akan terjadi pada diri kita beberapa detik, menit atau jam kedepan. Dengan sikap waspada ini maka kita diharapkan bisa selalu waspada akan gerak dan sega tingkah laku kita agar kejadian yang akan datang tidak menjadikan penderitaan pada diri kita sendiri. Curigo juga bisa diartikan dengan Eling terhadap Tuhan Yang Maha Esa, karena Beliau lah yang menciptakan masa lalu, masa sekarang dan masa depan kita.

4. Turonggo (Kuda)Untuk dapat mengendalikan kuda disaat kita menungganginya, maka tali kendali yang harus kita pegang erat. Dalam kehidupan pengendalian diri akan segala nafsu dan ego harus kita kendalikan. Bukan dengan mengumbar nafsu, ego dan angkara murka.

5. Wismo (Rumah)
Rumah, setiap kali kita pergi pasti akan kembali kerumah. Dari sini diartikan kita hidup didunia ini hanya keluar sebentar dari rumah kita yang sebenarnya, dan suatu saat pasti akan kembali ke rumah abadi kita yaitu rumah Tuhan. Dan kita selagi didunia harus tahu apa yang akan kita bawa sebagai oleh-oleh untuk-NYA agar kita lebih disayang oleh Beliau.
ada juga lho filosofi kepemimpinan jawa Asta Brata, pemimpin mesti punya sifat Bumi, Langit,Bulan, Angin, Matahari, Bintang,Api, Air.

Bumi atau tanah :
Pemimpin mesti bisa mentransformasi sesuatu yg tak bermakna menjadi punya makna, tanah bisa merubah sampah kotoran jadi pupuk misalnya.

Langit : 
Pemimpin mesti mampu menjadi 'hujan' yg mengairi kegersangan.

Bulan :
Pemimpin bisa jadi penerang dalam kegelapan.

Angin : 
Seorang pemimpin harus bisa manjing ajur ajer, bisa diterima dilingkungan dari bawah sampai ke atas

Matahari :
Pemimpin bisa memberi kehangatan, ketemtraman.

Bintang :
Pemimpin bisa menjadi kompas/ penunjuk arah orang yang dipimpinnya.

Api :
Pemimpin harus bisa manfaatkan kemarahan yang berdampak kematangan, jangan menghancurkan karakter.

Air :
Pemimpin mesti adil sebagaimana air yang selalu ber-permukaan rata.


Best Regards,
Yono Brahmantoro

Tidak ada komentar:

Posting Komentar