Welcome

Selamat datang di blog kami, lewat blog ini saya ingin berbagi berbagai kisah, cerita, maupun saduran dari berberapa milis . Juga beberapa info menarik seputar si "Kulit Bundar" , yang jelas isinya di jamin memberi inspirasi buat kita semua. Akhirnya selamat membaca dan mengambil hikmah yang terkandung didalamnya.

Kamis, 30 Agustus 2012

Menilai sebuah Niat

Dearest Bapak Mario dan Ibu Linna Teguh yang tidak pernah lelah membimbing para sahabat super.

Salam super.

Masih dalam keagungan suasana fitri, ijinkan kami menghaturkan ucapan selamat merayakan kemenangan bagi diri dan negara tercinta, Indonesia. Kiranya ruh kemenangan ini meliputi kita dalam memulai dan menjalani aktivitas hingga 11 bulan ke depan. Amiin.

Ijinkan kami men-sharingkan sebuah kejadian yang sekiranya dapat menggugah semangat syukur bagi kita dan menarik hikmah atasnya.

***

"Sulung, apa kamu sudah makan?" tanya sang ayah, "sudah" jawab sulung singkat. "Makan apa tadi?" tanya ayahnya lagi, "ndak tahu e" jawab si sulung. Sejurus kemudian anak lelaki tersebut hanya diam termangu membisu dan tidak tertarik menanggapi nasehat dan obrolan sang ayah, melainkan asyik menatap ke depan dengan pandangan kosong. Sulung terbiasa menjawab hanya dengan 2 kata favorit "sudah dan...ndak tahu e", apapun pertanyaan yang diajukan. Oleh siapapun. Karenanya, keadaan ini sangat mencemaskan dan mengkhawatirkan kedua orang tuanya.

Sudah 2 tahun terakhir ini, fulan memiliki seorang anak lelaki sulung yang mengalami keterbelakangan mental meski sejak bayi hingga menginjak usia 15 tahun dalam kondisi sehat dan normal seperti galibnya remaja pada umumnya. Sebelum sakitnya, sulung sempat bersekolah di SMP favorit di kotanya, dengan fasilitas lingkungan terbaik. Istrinya tamatan S-2 dan menduduki posisi baik di sebuah kantor pemerintahan kota. Sementara fulan mendirikan usaha ekspedisinya sendiri.

Anak lelaki fulan sering sekali marah tanpa sebab yang jelas. Bobotnya yang lebih dari 70kg cukup membuat kewalahan beberapa orang dewasa bila ia memukul, membanting barang dan mengamuk. Psikiater ternama, obat terbaik bahkan paranormal hebatpun telah di kunjungi dengan harapan anak lelakinya tersebut dapat kembali normal dan bersekolah tetapi kenyataan yang diharap tidak kunjung datang.

Kebingungan melanda fulan dari waktu ke waktu melunturkan kepercayaan dirinya. Melihat makan dan tidur saja yang dilakukan anak lelaki satu-satunya tersebut.

Kelelahan mental makin membuncah seiring kecemburuan melihat bagaimana cerianya keponakan fulan yang sibuk menyiapkan perlengkapan MOS ataupun OSPEK. Bayang tentang suramnya masa depan menghantui hari-harinya. Guna meredam malu keluarga, fulan menyibukkan si sulung mendampinginya bekerja membungkus dan mengantar barang-barang pindahan rumah atau kantor meski hal ini dirasa makin menambah kerepotan dan sangat membatasi ruang geraknya.

"Lelah aku mendapat perhatian famili dan kerabatku, tidak lain hanya nasehat, nasehat dan nasehat agar introspeksi, sabar, ikhlas, ujian, istighfar dan bla bla lainnya, tidak ada dukungan atau usaha lain yang menentramkan hati dan pikirku, malah akhir-akhir ini cemooh, celaan dan kritik muncul dari mereka yang merasa sudah membantu uang..." gumamnya suatu hari.

Lalu...perhatian seperti apa yang sesungguhnya diminta fulan ?

"ah... aku sudah berulang kali mengingatkannya agar menjalani semua dengan rela tanpa banyak mengeluh dan berharap belas kasihan orang lain, berlaku adil kepada keluarganya termasuk dalam membagi warisan orang tua kami (dulu), tidak kikir dan angkuh serta tidak keras hati menutup mata dan pikiran atas saran dan contoh perilaku baik, dari siapapun, tanpa memandang status ekonomi dan sosial si pemberi saran tersebut, sebab solusi Tuhan boleh jadi datang dari mana saja, bukan?" timpal adik perempuan fulan yang rupanya rajin menyimak tayangan MTGW bahkan MTBA (dulu), beberapa waktu kemudian saat di konfirmasi.

Hmm...menarik memang mengikuti ending kejadian tersebut nantinya dengan meminjam mantra super seperti,

Doaku selalu adalah semoga aku diberi kekuatan untuk mengubah hal-hal yang dapat aku ubah, menyerahkan kepada Yang Maha Kuasa hal-hal yang berada diluar kemampuanku, dan agar aku diberikan kebijakan untuk membedakan apa yang dapat aku ubah dari apa yang aku tidak berkuasa mengubah (MT One million 2nd chance: Here I am).

***

Hanya pribadi-pribadi khusus dan terpilih saja yang pantas di titipi masalahNya. Salah satu sebab mengapa kita masih hidup hingga detik ini adalah masih adanya tugas penyelamatan yang belum selesai, penyelamatan bagi lingkungan yang di mulai dari keluarga. Tuhan Yang Maha Penyelesai PASTI telah menitipkan senjataNya kepada kita, tetapi penelantaran apa-apa yang sudah dimiliki dan menginginkan apa-apa yang belum ada, menumpulkan mata hati senjataNya tersebut yang bila kita lalai, senjata tersebut malah dapat merobek mental kita sendiri.
Se-yogyanya cemoohan dan kritikan tidak ditanggapi dengan keluhan dan minder melainkan pembuktian, bahwa mereka keliru menilai. Seperti Stephen Hawkings yang menjadi Ilmuwan fisika kuantum meski penyandang disabilitas, beliau melihat apa yang tidak nampak meski penyakit melumpuhkan raganya, tetapi tidak pikirannya, tetapi tidak juga dengan berkeluh kesah dan meng-iba belas kasihan dan simpati dari orang lain yang JELAS berdampak menggerogoti iman.
Bukankah nilai kita di mulai dari niat...?



Stay Super
Teguh Budiwiyono | SM 1413 | Delivering your needs | Cikarang      
 

Harga Menu Bebek Kaleyo 2012

Senin, 27 Agustus 2012

Contoh Naskah Pidato Halal Bihalal

Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang kami hormati,
Hadirin dan hadirat yang berbahagia,
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan hidayah-Nya yang telah diberikan kepada kita semua, sehingga pada malam yang berbahagia ini kita masih bisa diberi kenikmatan, sehingga kita semua yang hadir disini dapat bertemu bersilaturahmi, khususnya dalam acara halal bihalal, dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Fitri yang berbahagia ini.

Hadirin dan hadirat yang berbahagia.
Saya atas nama Ketua Panitia halal bihalal, sudah sepantasnya saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada hadirin, yang dengan penuh keikhlasan telah sudi meluangkan waktu untuk menghadiri acara Halal bihalal ini, dengan penuh kesadaran, menghariri undangan yang telah kami sebarkan.

Sebagai umat Islam sudah selayaknya kita berlapang dada, khususnya terhadap sesama muslim dan muslimah, yang sudah barang tentu dalam kehidupan sehari-hari melakukan hal-hal yang membuat kita khilaf, rasa salah dan rasa berdosa. Untuk itu dalam kesempatan yang berbahagia ini kami mengajak hadirin dan hadirat, untuk melapangkan dada, membuka hati dengan rasa sabar dan penuh keikhlasan, atas ridla Allah meminta dan memberi maaf atas kesalahan di antar kita semua, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja.

Pada kesempatan yang berbahagia ini pula, acara akan diisi oleh siraman rohani dengan tema "Hikmah dari Halal Bihalal" yang akan disampaikan oleh Bpk Ustad….. Kami mengucapkan banyak terima kasih atas kesediaan Bapak untk hadir dan memberikan ceramah pada majelis yang mulia ini.

Selaku pribadi dan selaku ketua Panitia, kami dalam kesempatan ini pula kami mohon maaf kepada hadirin jika ada sesuatu selama ini yang kurang berkenan di hati para hadirin sekalian. Semoga Allah mengampuni dosa dan kesalahan diantara kita semua dan memberikan kekuatan lahir dan bathin. Amin..

Akhirulkalam, Wabilahitaufiqwalhidayah
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Minggu, 26 Agustus 2012

Keinginan adalah undangan untuk memulai

Dearest Sahabat Super Member yang hatinya baik,
 
Selamat pagi dan salam super,

Mudah-mudahan sapa kami di pagi ini, menemui seluruh kelurga besar MTSuperClub senantiasa berada dalam keprimaan dan semangat yang baik untuk memulai kembali aktivitas di hari ini setelah sepekan berlibur.

Untuk menambah semangat kita semua dalam mengawali hari, kami hadirkan penasehatan yang super dari Pak Mario berikut ini :
 
--------------------
 
Sahabat saya yang baik hatinya,

Hari ini, berfokuslah pada yang bisa Anda lakukan, karena dari situ-lah Anda mencapai tempat-tempat yang belum terlihat bahkan oleh imajinasi Anda hari ini.

Ingatlah …

Keinginan adalah undangan untuk memulai.

Dan …

Kegelisahan adalah paksaan untuk bersegera.

Jika Anda belum tahu caranya, tetapi Anda ikhlas memulai, Anda akan dibuat tahu saat Anda mengerjakannya. Dan itu dijamin oleh Tuhan.

Beranikanlah diri Anda, karena …

Sesungguhnya keajaiban berpihak kepada jiwa yang berani dan pantang menyerah.

Semoga dengan keikhlasan Anda menegaskan diri untuk bertindak dan melakukan yang justru Anda takuti, Tuhan menghadiahkan kepada Anda rezeki yang belum pernah Anda terima selama ini, dalam kelancarannya, dalam jumlahnya, dan dalam keberkahannya.

Aamiin

Mario Teguh – Loving you all as always

----------------

Dan bagi Anda yang sedang merindukan pendamping bagi kehidupan Anda, semoga upaya Anda untuk memelihara kebaikan pribadi, merupawankan wajah dan perilaku dihadiahi dengan pertemuan yang indah dengan calon belahan jiwa Anda.

Dan semoga Anda dituntun untuk memperlakukannya dengan hormat dan penuh kasih, agar kebersamaan Anda tumbuh menjadi persahabatan yang saling menumbuhkan satu sama lain, dan yang secara alamiah menjadi sebuah pernikahan yang damai, mesra, setia, dan berezeki baik.

Aamiin

Sertakanlah 'Aamiin' dari Anda, agar kita saling menguatkan doa dari satu sama lain, agar keberuntungan bagi setiap jiwa kita mewujud dan menjadi kenyataan hari ini.

Mohon sertakanlah juga doa khusus yang sesuai bagi keadaan Anda hari ini.

Semoga hari ini rezeki kita baik, lancar, besar, dan harum dengan berkah.

Aamiin

Mario Teguh
-----------------

Demikian nasehat yang disampaikan dan diuraikan dengan sangat jelas oleh Pak Mario, yang mudah-mudahan dapat segera kita sarikan dalam kehidupan sehari-hari.

Terimakasih dan have a super Monday

Salam super,
Elisa Christanto
MTSC Senior Moderator | MTSuperClub | Personal Development | Serpong
 

Selasa, 21 Agustus 2012

MINAL AIDZIN WALFAIDZIN

<![if !vml]><![endif]><![if !vml]><![endif]><![if supportMisalignedColumns]> <![endif]>

KEINDAHAN, KEGELISAHAN, DAN PENCERAHAN DARI MASA LIBURAN


Sahabat saya yang baik hatinya,

Masa liburan pada akhir Ramadhan adalah masa bagi orang yang sangat banyak untuk mengupayakan apa pun – untuk bisa PULANG KAMPUNG menemui orang tua dan kerabat di kota atau dusun asal mereka.

Jika kita ikhlas memperhatikan, beberapa hal ini akan mencerah dalam pengertian kita:
1. Sebagian besar orang di kota-kota besar berasal dari kota-kota kecil lainnya, atau dari wilayah-wilayah pinggiran yang biasanya disebut kampung.
2. Arus mudik lebaran adalah gerakan manusia terbesar di dunia, yang melebihi ukuran manusia pada prosesi ibadah Haji di Tanah Suci.

3. Maka wajar jika orang-orang yang sukses secara nasional atau profinsi berasal dari desa.

4. Ada keharusan untuk hadir di kampung saat Idul Fitri karena ada kerinduan yang akut untuk mengulangi tradisi lebaran, dan mengenalkan anak-anak kepada tradisi kita saat kecil dulu.

5. Ada dorongan yang tidak selalu disadari bahwa kita harus pulang dan 'menunjukkan' bahwa kita sudah berhasil di kota.

6. Ada kebahagiaan dalam membuat orang tua dan keluarga bangga dengan keberhasilan kita di kota.

7. Itu sebabnya banyak sekali orang yang berhutang uang untuk membiayai perjalanan pulang kampung, agar terlihat sukses di kota.

8. Itu sebabnya, banyak sekali orang yang justru menjadi gelisah dan menyesal dengan keharusan membayar 'kebebasan' berbelanja dengan uang hutang pada masa liburan.

9. Dan ternyata, setiap tahun kita berjanji untuk lebih bijak dalam membelanjakan uang dalam masa liburan, yang pada masa liburan berikutnya – janji itu kita langgar lagi.

10. Tidak sedikit orang yang hutang liburannya tidak selesai terbayar sampai mereka harus berhutang pada masa liburan berikutnya.

MAKA,

1. Jangan lagi mengatakan uang itu tidak penting.

2. Jangan lagi menolak nasihat untuk membarukan diri agar rezeki kita juga baru.

3. Jangan sok ingin miskin, tapi suka berhutang. Orang kaya yang bersyukur dan dermawan lebih besar kemungkinannya masuk surga daripada orang miskin yang suka berbelanja di atas kemampuannya – agar orang lain bilang Wow!

4. Jangan mencemooh orang kaya, jika itu bukan karena sikap buruk mereka, tapi karena kemiskinan kita. Jika kita benar, mengapa kita yang miskin, dan mereka yang kaya? Jika kita yang pandai, mengapa mereka yang lebih happy dan tajir?

5. Jangan menyalahkan nasib. Nasib adalah hasil upaya. Jika upaya baik, nasib akan baik, dan sebaliknya.

6. Jangan menjadi orang yang memuakkan bagi calon belahan jiwa, dengan mencemooh orang kaya dari kemiskinan diri, dan menghina orang pandai dari kebodohan diri.

7. Jangan nistakan kekayaan, karena Tuhan menginginkan kita menjadi orang kaya yang membangun sekolah bagi orang miskin dan rumah sakit bagi kaum Dhuafa, dan menjadi peneladan upaya mengangkat diri dari kemiskinan bagi mereka yang malas tapi suka menuntut.
----------------

Maka marilah kita meminta restu Tuhan untuk mendampingi upaya kita untuk menjadi pribadi yang mandiri secara finansial, yang walau pun uang itu bukan segala sesuatu – tapi uang itu penting.
Mudah-mudahan liburan kita tahun ini diselamatkan, disehatkan, digembirakan, dan dipenuhi dengan silaturahim yang membahagiakan orang tua, keluarga, dan kerabat.
Semoga kita semua dikembalikan ke rumah masing-masing dalam kesehatan dan kesadaran baru yang menjadikan kita pribadi-pribadi yang rajin belajar dan bekerja, yang kreatif menghasilkan pendapatan yang lebih daripada hanya gaji, dan yang disukseskan untuk membangun bisnis yang sangat menguntungkan, yang tumbuh besar, yang menyejahterakan Anda dan keluarga dan semua orang yang Anda untungkan dalam pelayanan Anda.
Semoga kita semua dimandirikan secara finansial, dan semoga lebih banyak lagi dari kita yang dijadikan orang kaya, yang berpasangan hidup yang rupawan dan indah pekertinya, yang berketurunan baik dan salih, dan yang dihormati karena peran kita yang baik bagi sesama.
Aamiin

Mario Teguh – Loving you all as always
 

Senin, 13 Agustus 2012

Tips Mudik Lebaran

Liburan lebaran akan segera tiba, kemeriahan tradisi mudik adalah hal yang paling dinanti-nanti. Semangat menyambut tradisi mudik ini jangan sampai membuat kita melupakan persiapan mudik. Berikut tips mudik yang mungkin dapat membantu persiapan mudik Anda.

Persiapan Diri
- Kondisi fisik harus sehat dan bugar (tidur yang cukup minimal 6-8 jam).
Bawa perlengkapan pribadi seperti obat-obatan, bekal bakanan secukupnya, uang saku selama di perjalanan, alat komunikasi, peta mudik, dan lain-lain.

Rumah yang Ditinggalkan
Sebelum meninggalkan rumah dalam keadaan tanpa penghuni, perhatikan beberapa hal berikut ini:
Pastikan semua pintu rumah terkunci, jika Anda memiliki alarm rumah, pastikan alarm berfungsi.
Matikan saklar / cabut stop kontak semua peralatan elektronik yang tidak terpakai.
Lepas regulator gas dari tabung dan tutup kran air.
Pastikan Anda tidak meninggalkan barang-barang berharga di rumah, menitipkan barang berharga di Pegadaian atau Safe Deposit Box dapat menjadi solusi.
Bila Anda meninggalkan kendaraan bermotor pastikan dalam keadaan terkunci, dan tinggalkan kendaraannya Anda dalam kondisi ban kempes dan tanpa aki.
Titipkan rumah Anda pada tetangga yang tidak mudik dan beri nomor telepon yang bisa dihubungi untuk kondisi darurat.
Berkoordinasi dengan RT/RW dan petugas keamanan di wilayah kita.

Mudik Menggunakan Kendaraan Umum
- Pesan tiket jauh-jauh hari.
Bawa barang bawaan seringkas mungkin agar tidak merepotkan Anda.
Pastikan tas/koper Anda dalam keadaan aman (tambahkan kunci gembok atau kombinasi).
Berpakaian sopan dan jangan memakai perhiasan selama perjalana mudik.
Bawa uang secukupnya (dianjurkan berbagai pecahan uang).

Mudik dengan Mobil Pribadi / Rental
- Sebelum mudik, periksakan kondisi kendaraan Anda di bengkel langganan secara lengkap.
Jangan lupa membawa peta mudik dan perlengkapan (tool-kit, dongkrak, tali derek, ban serep, kotak P3K, segitiga pengaman, dll). 
- Rencanakan jalur mudik, pilihlah jalur mudik yang lebih Anda kenal dan pahami.
- Rencanakan pola istirahat selama perjalanan. INGAT! setiap mengemudi 4.5 jam diharuskan istirahat minimal 1 x 45 menit, atau dapat Anda bagi dalam 2 atau 3 waktu istirahat (@ 20 menit).

Mudik dengan Sepeda Motor
- Persiapakan fisik, mental dan konsentrasi Anda.
- Perhatikan faktor pelengkap keselamatan (Helm, Sepatu, Jaket, Sarung tangan, Jas Hujan, dll).

- Lakukan tune-up dan pengecekan keseluruhan di bengkel langganan Anda.

- Ingat sepeda motor juga memiliki area blind spot , jangan andalkan spion!
- Pasang kunci ganda bila Anda meninggalkan kendaraan cukup lama.
- Pastikan barang-barang Anda Terikat kencang dan jangan letakkan barang berharga di kendaraan.
- Istirahatlah bila Anda mengantuk atau kelelahan, jangan paksakan diri untuk terus mengemudi.


Tips Selama dalam Perjalanan
- Tetap tenang, sabar dan waspada meski Anda berada dalam situasi yang tidak nyaman.
- Jaga keselamatan keluarga Anda selama perjalanan dan di tempat peristirahatan.
- Komunikasilah dengan keluarga yang dituju
- Tegas namun sopan dalam menolak tawaran atau ajakan dari pihak yang tidak dikenal.
- Santun berkendaraan dan berlalu-lintas, mengalahlah dengan kendaraan yang lebih besar dan jangan ambil resiko.
- Jika Anda mengemudi di malam hari, hindari mengemudi di waktu yang sangat rawan, antara jam 01.00 – 05.00 Wib.
- JANGAN berponsel ria (telepon atau sms) saat mengemudi.
- Dengarkan musik agar rileks atau radio info lalu-lintas.
- Pastikan Anda memarkir kendaraan di tempat yang ditentukan dan kunci kendaraan Anda.
- Berdoalah agar Anda selamat dalam perjalanan.

" Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 H, Mohon Maaf Lahir dan Bathin "

Best Regards,
Yono Brahmantoro

Minggu, 05 Agustus 2012

Jika engkau ingin belajar mencintai dengan sepenuh hati


Selamat pagi my dear friends, 

semoga di hari keluarga ini Tuhan menyiapkan rezeki yang indah bagi Anda. 

Aamiin 

"Jika engkau ingin belajar mencintai dengan sepenuh hati, sadarilah bahwa dia bisa diambil darimu kapan pun."

Semoga Tuhan mengindahkan hati Anda, agar Anda lebih mensyukuri kebersamaan bersama anggota keluarga yang terkasih.

Karena 

"Jalan terdekat untuk memperbaiki rezeki adalah meningkatkan kualitas kasih sayang di dalam keluarga."

Tapi 

"Sayangnya, kebersamaan - baru disadari nilainya hanya pada saat-saat menjelang perpisahan."

Maka cintailah keluarga Anda dengan penuh kesyukuran, daripada harus mengenang mereka dalam penyesalan.

Semoga cinta kasih Anda kepada keluarga dikenali oleh Tuhan dengan cinta yang semakin indah, dengan kedamaian yang penuh kesyukuran, dan dengan kesejahteraan karena rezeki yang besar dan penuh berkah.

Amiiin
Mario Teguh – Loving you all as always

Catatan Inspiratif


*********************************************************************************************
Jangan kau sesali segala sesuatu yang telah hilang atau pergi. Lebih baik engkau ikhlaskan! Dengan demikian, engkau telah mengakui ada sesuatu yang hilang dari dirimu. Dan percayalah, dengan adanya hukum manifestasi, dimana alam semesta ini tidak menghendaki terjadinya sesuatu yang hilang atau kosong...... maka alampun akan mengisi dan menggenapinya kembali!
 

********************************************************************************************
"Jika engkau ingin bercermin pada orang lain, bercerminlah pada kebaikannya dan bukan keburukannya. Jika engkau Irihati dengan orang lain, irihati lah pada keHebatan Akhlaknya dan bukan pada kecantikan wajahnya /harta bendanya."
*******************************************************************************************
Satu Kata Berjuta Makna, Terkadang Apa Yang Kita Inginkan Tak Bisa Terwujud Sesuai  Keinginan Kita. Semestinya Kita Berusaha Keras Untuk Mendapatkannya. Apa Yang Kita Mau Tak Semuanya Terkabulkan Dengan Mudahnya Namun, Perlu Kesabaran Diri Tanpa Menyerah. Apa Yang Kita Senangi Tak Selamanya Bertahan Dalam Genggaman Kita. Jadi Janganlah Kita Berkecil Hati. Apa Yang Kita Cintai Tak Selamanya Menjadi Milik Kita. Perlunya Kesiapan Mental Dan Keikhlasan Hati Untuk Menata Diri Biar Tak Terpuruk Pada Kesedihan. Apapun Yang Kita Tidak Suka Dan Benci Tak Selamanya Itu Berlaku Namun, Kita Bijaksana Dan Arif Menyikapinya Dengan Rendah Hati.
*******************************************************************************************
"Di saat orang lain menyatakan {AKU BAHAGIA/PUAS HATI} karena hasil dari tindakan kecil kita . . Maka: Di situlah Sebuah KEBAHAGIAAN yang sesungguhnya dapat kita capai/rasakan. . .
*********************************************************************************************
Best Regards,
Yono  Brahmantoro

Jumat, 03 Agustus 2012

Doa Khusus Untu Kedua Orang Tua



Dearest Super Member yang hatinya tulus,
Salam super,
Mudah-mudahan email ini menjumpai Anda dan kita semua senantiasa berada dalam perlindungan dan kasih sayang Sang Maha Pencipta.
Ijinkan atas nama Ibu Linna dan Pak Mario, kami hadirkan sebuah larik-larik Doa cantik yang dapat kita lantunkan sebagai Doa kita kepada Yang Maha Kuasa, berikut ini :
-----------------------------------------------------
Engkau yang baik hatinya,
katakanlah ini sebagai doamu sendiri
bagi kedua orang-tuamu ...
Tuhanku Yang Maha Luhur,
Aku ini mencintaiMu.
Engkau tak akan pernah jauh dariku,
karena nama-nama indahMu
selalu bergetar di dadaku
dalam pengulangan yang penuh pujian.
Orang bilang, aku ini lebay,
karena jika aku berbicara mengenai
kasih sayangMu kepada orang tuaku,
mataku basah dan suaraku tercekat.
Aku mohon Engkau memuliakan
kedua orang-tuaku.
Damaikanlah hati mereka,
sehatkanlah tubuh mereka,
panjangkanlah umur mereka,
indahkanlah keluarga besar mereka,
dan siapkanlah bagi mereka
rumah yang indah di SurgaMu.
Jadikanlah kebaikanku
sebagai kebaikan mereka.
Aamiin
--------------------------------------------
Mario Teguh - Loving you all as always
--------------------------------------------
Aamiin.
Demikian indah doa yang disampaikan Pak Mario di atas, yang mudah-mudahan dapat kita pergunakan sebagai salah satu doa kita terkhususkan bagi kedua orang tua terkasih kita.
Mudah-mudahan Tuhan senantiasa melimpahkan rahmat kasih sayangNya kepada orang tua kita dan kita semua.
Terimakasih dan salam super,
Elisa Christanto
MTSC Senior Moderator | MTSuperClub | Personal Development | Serpong

Rabu, 01 Agustus 2012

Kisah inspirasi untuk para istri dan suami

Semoga peristiwa di bawah ini membuat kita belajar bersyukur untuk apa yang kita miliki :
Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.
Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.
Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.
Di rumah kami, akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku.
Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya.
Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.
Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu. Yaah, karena merasa terjebak dengan perkawinanku, aku juga membenci kedua orangtuaku.
Sebelum ke kantor, biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi.
Ketika mereka pergi, akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon, namun betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas. Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan aku menelepon suamiku dan bertanya.
"Maaf sayang, kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku." Katanya menjelaskan dengan lembut.
Dengan marah, aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara. Tak lama kemudian, handphoneku kembali berbunyi dan meski masih kesal, akupun mengangkatnya dengan setengah membentak. "Apalagi??"
"Sayang, aku pulang sekarang, aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada dimana?" tanya suamiku cepat , kuatir aku menutup telepon kembali. Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, aku kembali menutup telepon. Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku. Si empunya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi. Tapi rasa malu karena "musuh"ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berhutang dulu.
Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah.
Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, terdengar suara asing menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, "selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi?" kujawab pertanyaan itu segera. Lelaki asing itu ternyata seorang polisi,  ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian. Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung. Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas.
Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku. Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya. Selesai mendengar kenyataan itu, aku malah sibuk menguatkan kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock. Sama sekali tak ada airmata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis.
Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat. Airmata merebak dimataku, mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, airmataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam mesjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis. Aku berusaha menahannya, tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara.
Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai. Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dadaku sesak mendengarnya, karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Iapun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku.
Saat  pemakaman, aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Aku tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku. Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan dirinya.
Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya. Di hari-hari awal kepergiannya, aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu. Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu di rumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku. Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku.
Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa. Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, sekarang aku memandangi komputer, mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana. Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau kuhapus. Remote televisi yang biasa disembunyikannya, sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya  dengan kehilangan remote. Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya.
Aku juga marah pada diriku sendiri, aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas. Aku sholat karena aku ingin meminta maaf, meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sholatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak. Teman-temanku yang selama ini kubela-belain, hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku.
Empat puluh hari setelah kematiannya, keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya bekerja, aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya. Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja di mana? Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia.
Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku.
Istriku Liliana tersayang,
Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu, sayang. maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu.
Seandainya aku bisa, aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, ya sayang.
Jangan menangis, sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku.
Teruntuk Farah, putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu dan Farhan, ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke, Buddy!
Aku terisak membaca surat itu, ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note.
Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya. Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta.
Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak-anakku. Ketika orangtuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya, tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi.
Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikahi seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami bertanya, "Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?"
Aku merangkulnya sambil berkata "Cinta sayang, cintailah suamimu, cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima kekurangannya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikannya atas nama cinta."
Putriku menatapku, "seperti cinta ibu untuk ayah? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?"
Aku menggeleng, "bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua."
Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus.